REFLEKSI 'IDUL ADHA SEORANG MUSLIM "RADIKAL"
Idul Adha sangat erat kaitannya dengan kisah hidup Nabi Ibrahim as., yang dikenal juga sebagai "Abu al-Anbiya", bapak dari para Nabi.
_____
Nikah dengan Siti Hajar (istri kedua) Nabi Ibrahim as. dikaruniai seorang anak bernama Ismail as., yang kelak menjadi Nabi dan menikah dengan seorang wanita dari Bani Jurhum.
_____
Dari pernikahannya itu Nabi Ismail as. dikaruniai seorang anak bernama Qudroh - Haml - Banat - Salaman - Hamaysya' - 'Udad - 'Ad - Ma'ad - 'Adnan - Nizar - Mudlor - Ilyas - Mudrikah - Khuzaemah - Kinanah - - Nadhr (Qais) - Malik - Fihr (Quraish) - Ghalib - Luay - Ka'ab - Muroh - Abdi Manaf - Hasyim - Abd. Mutholib - Abdullah - Nabi Muhammad saw.
Jadi, Nabi Muhammad saw. adalah keturunan Nabi Ibrahim as. dari istri keduanya (Siti Hajar), dari jalur anaknya (Nabi Ismail as.).
_______
Dari hasil pernikahan dengan Siti Sarah (istri pertamanya) Nabi Ibrahim as. dikaruniai seorang anak yang bernama Ishaq as. (nabi), yang kemudian ia'pun mempunyai anak bernama Ya'qub as. (nabi). Dari sinilah kemudian Nabi Ya'qub as. dikaruniai 12 anak yang kelak melahirkan Nabi-nabi dari kalangan Bani Israel, hingga sampai pada Nabi Isa as.
_____
Kedua belas Anak Nabi Ya'qub itu adalah: Rubil, Syam’un, Lawi, Yahuda, Rialun, Yasjar, Dinah, Yusuf, Binyamin, Dan, Naftsali & Jad, (At-Thobari, Jami' al-Bayan, II/598).
____
Yang menarik dari anak cucu Nabi Ibrahim as. itu adalah ada salah satu di antara mereka yang kemudian dimurkai oleh Allah swt. Ia adalah Yahuda (yahudi). Tuhan melaknatnya disebabkan ia membangkang terhadap kebenaran. Tuhan tidak peduli meskipun ia anak keturunan Nabi yang mulia.
_____
Sebuah ibroh yang sangat berharga bagi kita. Jika Yahuda yang merupakan cicit Nabi Ibrahim saja "maghdluubi 'alayhim", dimurkai oleh Allah swt. disebabkan ia membangkang terhadap syariat Allah swt., apalagi kalau yang membangkang aturan-aturan Allah swt. hanya sekedar anak seorang kiai pemilik pesantren.
_____
Masih adakah di antara kita yang selalu membenarkan segala tingkah polah seseorang yg jelas-jelas ngawur secara syari'at, dengan alasan yang penting yang ngomong kiai, pasti bener, / walaupun nyeleneh, tapi kalo yg berpendapat itu keturunan kiai besar, saya sam'an wa tho'atan.
Hey om!, itu Yahudi yang cicit Nabi Ibrahim as. saja dilaknat oleh Allah, ketika ia menentang aturan Allah, apalagi kalau yg menentang aturan2 Allah swt. itu cuma anak keturunannya kiai.
Renungin dong om!, Allah swt. berulang kali mengisahkan tentang orang2 Yahudi di dalam Al-Qur'an, itu maksudnya agar kita dapat mengambil pelajaran darinya. Jangan sampai kita bernasib sama seperti mereka. Umat yang dimuliakan yang pada akhirnya dihinakan.
"Ihdinasshirrotol mustaqiim.. Shirootolladziina an'amta 'alayhim, ghoyril maghdluubi 'alayhim waladdloolliin."
Aamin !!!
Cirebon, 12 September 2016

Comments
Post a Comment