TRAGEDI ZOYA & HTI

TRAGEDI ZOYA & HTI
__________
Oleh: Irkham Fahmi Al-Anjatani
Miris, dideklarasikan sebagai negara hukum, akan tetapi hukum jarang sekali dikedepankan. Pantas saja mereka menolak diterapkannya Hukum Islam, wong hukum buatan sendirinya saja mereka campakkan. Aslinya, negeri ini negeri rimba. Negeri auto hukum. Siapa yang kuat maka dialah yang berkuasa untuk "menghidupkan" dan "mematikan". Tidak peduli duka dan nestapa, yang penting papih puas dan mamih suka.
Malang niyan nasibmu Zoya, tukang servis amplifier di Bekasi, yang sholeh dan taat beribadah. Kamu menjadi korban kebengisan mereka yang mengaku penegak kebenaran. Padahal faktanya gerombolan preman yang tidak patuh hukum dan peradilan.
Zoya, kamu sudah menjadi korban fitnah manusia2 durjana. Keta'atanmu kepada Allah dan ketulusanmu dalam menafkahi keluarga berakhir tragis di tangan orang2 bengis. Hati saya benar2 menangis mendengar nasibmu, Zoya. __ Semoga Allah yang maha kuasa menempatkanmu di surganya.
Zoya, nasibmu sama seperti HTI. Kamu dan dia sama-sama menjadi korban peradilan jalanan. Entah pasal apa yang digunakan. Tidak peduli Kamu dan HTI mau ngomong apa, jika mereka tidak suka, maka semuanya harus dijungkalkan.
Seperti halnya kamu, Zoya, HTI'pun dihuni oleh orang-orang yang sholeh. Jangankan harus duduk dempet-dempetan dengan perempuan yang bukan mahrom dan joget-jogetan dengan para biduan, sekedar berbicara dengan perempuan ajnab'pun mereka senantiasa menundukan pandangan. ____ Jangankan menyodor-nyodorkan proposal ke penguasa dan perusahaan, dikasihpun mereka tidak akan mau lumayanan.. Ada lagi, ternyata hanya orang2 yang terbebas dari riba jahiliyah dan riba modern saja yang berhak menjadi anggotanya.
Coba!, kurang sholeh apa mereka ?.. tapi, ya begitulah negeri ini, yang baik dianggap penjahat, yang penjahat dianggap baik. Kewolak-walik. Sableng!
Cirebon, 7 Agustus 2017

Comments

Popular posts from this blog

Hal Yang Membatalkan Puasa Wajib Dan Sunnah

HIKMAH KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAAH